Entri Populer

Mengenai Saya

Jogjakarta, Jogjakarta, Indonesia
Keyboard player

Pengenalan Tuts Piano

Pengenalan Tuts Piano

Kamis, 24 Februari 2011

Synt Keyboard








Panduan Membeli Piano Akustik Baru

Bagi kebanyakan orang Indonesia, piano akustik masih merupakan barang mahal dan mewah. Mengingat kenyataan ini maka perlu ada pertimbangan matang ketika ingin membeli piano akustik. Namun sangat disayangkan, sangat sulit untuk mendapatkan panduan membeli piano akustik. Fakta ini memang sungguh nyata di kalangan para orangtua siswa piano dimana mereka tidak memiliki informasi atau panduan membeli piano akustik. Itulah sebabnya, banyak orangtua meminta para guru piano anak-anak mereka untuk membantu mereka melihat piano yang ingin dibelikan. Kegiatan seperti ini sudah sering saya lakukan sebagai guru piano.

Mengingat kenyataan di atas, saya ingin memberikan panduan membeli piano akustik agar para pecinta piano akustik tidak kecewa ketika membeli piano akustik atau tertipu oleh para penjual piano yang kurang bertanggungjawab.

Jika ingin membeli piano akustik baru, ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan agar anda tidak kecewa ketika sudah membelinya.

Pertama, sebelum membelinya, tanyakan diri sendiri, dimana nantinya anda tempatkan piano tersebut, di kamar khusus, di kamar anak-anak, atau di ruang tamu. Dengan pertimbangan ini, maka anda memiliki gambaran piano seperti apa yang anda butuhkan. Sekedar informasi, jika ruangannya kecil maka belilah piano yang lebih pendek misalnya C108, C110, C111, atau C120 (ini adalah ukuran tinggi piano). Artinya, semakin besar ruangan itu maka semakin besar (tinggi) piano dibutuhkan atau bahkan grand piano, sehingga ketika piano itu ditempatkan di ruangan tersebut terdapat keharmonisan dan keselarasan suara yang dihasilkan. Selain itu, pertimbangkan anggaran dana yang anda sediakan.

Kedua, kunjungilah beberapa toko piano akustik. Hal ini sangat penting agar anda bisa mendapatkan perbandingan harga. Dalam kegiatan tawar menawar piano, tanyakan juga berapa lama garansi yang diberikan, apa ada tuning, atau delivery (pengangkatan) gratis, dan lain-lain. Tanyakan juga tentang kursi pianonya karena pada umumnya kursi piano tidak satu paket dengan piano karena pabrik pembuatannya berbeda. Namun untuk menghindari kesalahpahaman lebih baik ditanyakan serinci mungkin. Jangan lupa untuk menanyakan heater piano, apa sudah diinstal di dalam piano atau masih harus dibelikan. Dan tanyakan juga cara-cara perawatan piano agar bisa bertahan lama.

Ketiga, dalam memilih piano akustik baru, jangan jadikan merek sebagai patokan atau tolak ukur tetapi warna suara piano itu. Artinya, dengarkan dulu piano itu dan analisa apakah warna suaranya sesuai dengan selera anda. Meskipun merek yang sama, warna suara satu piano dapat berbeda dengan lainnya terutama jika ukuran tingginya berbeda. Hal ini akan sangat kontras. Banyak orang suka dengan merek Yamaha tetapi juga banyak orang tidak menyukainya dan lebih memilih piano Eropa. Jika ditanyakan kenapa ada pilihan sedemikian? Jawabannya adalah warna suara yang lebih disuka. Ingat jugalah bahwa semakin terkenal merek suatu piano maka akan semakin mahal harganya meskipun kualitasnya belum tentu jauh berbeda dengan piano lainnya.

Keempat, jika membeli piano akustik baru, jangan lupa untuk melihat semua komponen yang ada di dalam piano. Pastikan semuanya baru, seperti stringnya mengkilat, hammer dan kayu-kayu lainnya semuanya bersih seperti baru keluar dari pabrik. Perhatikan jangan sampai kayunya sudah berubah warna atau berbelang-belang. Jika ini terjadi berarti pianonya sudah agak lama di gudang atau di toko. Perhatikan juga apa ada bekas tetesan air dan jika pernah kena tetesan air biasanya kayunya akan berubah warna. Biasanya, jika penjual piano itu tidak memiliki niat untuk menipu calon pembeli, ia akan dengan senang hati menunjukkan (membuka) semua cover pianonya agar nampak jelas kepada calon pembeli. Namun sebaliknya, jika ada sesuatu yang ditutupi atau disembunyikan penjual piano dari calon pembeli, ia tidak akan rela membukanya karena takut akan kelihatan atau diketahui masalah piano itu.

Kelima, perhatikan seluruh body piano, apa masih mulus atau sudah ada goresan. Pastikan piano itu masih mengkilat dan jika dilap dengan minyak khusus (pengelap) untuk piano, anda bisa melihat bayangan anda pada piano itu, seperti pada sebuah mobil baru. Perhatikan gambar di atas. Itu adalah piano baru dan anda bisa melihat bagian dalamnya yang masih baru dan kayunya belum berubah warna. Namun jika hal seperti itu tidak kelihatan lagi, itu berarti piano itu bukan baru lagi atau mungkin sudah lama dipajang di toko tapi tidak terjual. Dengan kata lain, piano memang tetap baru tapi sudah barang lama.

Mudah-mudahan informasi di atas dapat membantu para pecinta piano akustik untuk tetap berkarya dan mencinta musik itu sendiri.

Rabu, 16 Februari 2011

Langkah Bermain piano

Warning! Tips berikut ini bukan buat kamu-kamu yang pernah belajar musik (minimal 1 tahun kursus). Tapi lebih ditujukan untuk membantu orang-orang yang belum pernah sama sekali menyentuh yang namanya piano atau keyboard. Murid-murid lebih sering menyebut “awam musik”. Ok, let’s get on with it.

1. Punya alatnya dulu dong!

Banyak yang berpikir : bisa dulu baru nanti beli. Kamu pernah belajar naik sepeda? Sudah? Ok, kamu bisa naik sepeda dulu baru beli atau beli dulu sepedanya? Got it? Ya, bermain musik adalah sebuah keahlian (skill). Menurut Longman Dictionary of Contemporary English: “Skill is an ability to do something well especially because you have learned and practiced it.” Jadi gak mungkin kamu bisa main Fantasy Impromptu atau Winter Games-nya David Foster setelah kamu dapat ilham lewat mimpi! You got to practice! Gimana mau latihan kalau gak ada alatnya. Mungkin kamu gak harus beli, bisa pinjam dulu atau numpang di rumah orang lain untuk belajar. Tapi intinya kamu harus punya alatnya dulu. Kebanyakan orang tua ragu membelikan anaknya piano/keyboard karena takut sang anak gak serius. Hal yang wajar. Tapi kalau si ortu mengharuskan anaknya bisa bermain, kalau bisa sampai jago, tanpa memberikan sarana berlatih itu namanya dzalim (dibaca: semena-mena!). Kasihan anaknya. Kalau memang belum mampu beli yang mahal, beli yang murah dulu aja. Sekarang sudah banyak kok jenis piano/keyboard dengan beragam variasi harga.

2. Kenali dulu alatnya.

Tau gak perbedaan piano dan keyboard? Piano berbentuk papan tuts tunggal, sepanjang 88 tuts atau kurang lebih 7 ½ oktaf, dengan bilah tuts yang lebih tebal dan berat dibandingkan keyboard. Piano terbagi atas piano akustik dan piano digital. Kalau piano akustik memiliki sumber bunyi dari senar logam yang dipukul dengan tuts, jadi tidak digerakkan oleh listrik. Klikhttp://www.pianokeyboard.com/pages_of_piano_history/History.htm untuk mengetahui jenis-jenis piano akustik. Harga baby grand piano yang paling murah sekitar 60 juta-an, itupun second. Kalau upright piano yang second mulai dari sekitar 8 juta-an.

Sekarang juga sudah banyak piano digital, yang sumber bunyinya berasal dari hasil sampling piano akustik (PCM wave) yang digerakkan oleh listrik. Panjangnya antara 76 hingga 88 tuts. Harganya? Mulai dari 3 jutaa-an. Tapi kamu harus hati-hati memilih karena tutsnya berbeda-beda. Ada yang namanya weighted keys atau graded hammer keys, maksudnya tutsnya lebih berat dan tebal seperti piano akustik. Tapi ada juga yang tidak setebal itu atau malah ringan seperti tuts keyboard biasa.

Nah kalau keyboard ada yang berjenis synthesizer, interactive/intelligent/portable/arranger keyboard, controller, sampler dan workstation. Untuk lebih jelasnya coba kamu lihat di halaman 1 buku “Metode Dasar Bermain Piano Pop” dan halaman 1 buku “Mahir Bermain Keyboard Tunggal”.

3. Memilih alat

Banyak murid saya bilang piano mahal, alat mereka di rumah keyboard. Bisa gak belajar piano pada keyboard? Bisa saja, gak masalah. Kalau hanya untuk menguasai basic piano. Tapi lebih lanjut dari itu kamu perlu beli piano deh. Kalau kamu belum mampu beli piano akustik bisa dengan piano digital. Malah enak gak makan tempat dan bisa diatur volume suaranya. Tapi tetap saja mekanisme tutsnya masih lebih natural dan nyaman piano akustik ya.

4. Mitos seputar belajar piano/keyboard

* Bisa piano berarti bisa semua alat.

Itu mitos yang paling sering saya dengar. Saya sudah bahas di artikel "Bisa Piano Berarti Bisa Semua Alat Musik".

* Belajar keyboard gak serius, cuma hiburan. Kalau mau serius belajarlah piano.

Wah gak bener tuh, silabus keyboard saya sampai grade 7 (7 tingkat). Dan banyak guru piano dan guru organ yang belajar keyboard sama saya belum lulus juga.

* Belajar piano klasik yang paling baik, nanti kalau mau belajar pop atau jazz lebih gampang.

Jangan muter-muter bos! Kalau kamu mau belajar piano pop sekalian dari awal saja. Sudah ada metodenya kok dan silabusnya ada 6 grade lho. Kalau kamu belajar piano klasik dulu bisa sampai tua baru bisa belajar piano pop. Dasar bermain piano sama untuk semua jurusan.

* Main keyboard bisa “merusak” jari.

Nah kalau ini ada benarnya karena tuts keyboard memang lebih ringan dan tidak se-ekspresif piano.

Nah kalau semua poin di atas sudah kamu penuhi baru datang ke kursus musik terdekat atau hubungi guru piano/keyboard ke rumah. Atau mau belajar sendiri? Boleh juga, coba cari buku-buku piano/keyboard yang sudah saya tulis di toko buku terdekat. Mudah kok, gak rumit. OK, enjoy your piano adventure
Ada dua cara utama untuk belajar piano – membaca not, atau chords. Untuk mereka yang ingin menghabiskan waktu bertahun-tahun mempelajari bagaimana cara memainkan musik orang lain, membaca not adalah cara untuk mencapainya. Untuk mereka yang ingin membuat musik spesial milik mereka sendiri, memahami chords adalah suatu yang wajib – dan lebih mudah mempelajarinya. jauh lebih baik untuk pertama-tama belajar bagaimana cara membuat musik daripada untuk membacanya diatas sebuah kertas. Bayangkan seorang penulis dipaksa untuk menyalin pekerjaan novelis lainnya. Gila kan? Tapi itu adalah hal utama yang dilakukan orang ketika mereka menampilkan karya komposer-komposer lain. Ini bukanlah tindakan kreatif tapi hanya sebuah hiburan karena sementara interpretasi si pianis boleh jadi artistik, bukan berarti ia telah membuat sesuatu yang asli (orisinil) Saya tidak mengatakan hasil karya komposer-komposer besar tidak boleh dimainkan kembali untuk kesenangan pendengar lainnya. Saya mengatakan bahwa adalah ide baik untuk mengerti bahwa sungguh berbeda antara beethoven mengubah sesuatu dan seseorang memainkan karyanya. Karena itu, keuntungan dari belajar bagaimana membuat musik lebih dulu adalah kamu mengerti prinsip-prinsip dasarnya. Sebagai contoh, mari kembali pada penulis fiksi kita. Jika ia melihat hasil karya novelis lain dan struktur pekerjaan itu, maka ia mulai melihat bagaimana karya itu dibuat. Ini seluruhnya berbeda dengan apa yang terjadi di dalam dunia musik klasik dimana seorang pemain bisa membaca musik, tetapi tidak tahu prinsip-prinsip yang terjadi dalam pembuatannya. Pertama-tama belajar piano dengan cara yang mudah. Belajar bagaimana untuk mencipta lagu dulu, kemudian menggubah musikmu sendiri. Ketrampilan ini tidak ternilai harganya walaupun jika yang kamu lakukan adalah membaca musik, karena kamu mulai melihat bagaimana sesuatu itu dibuat dan sekali kamu dapat melihat ini, apresiasi kamu atas karya itu akan meningkat sepuluh kali lipat


Sejarah Piano

Asal mula kata piano sebenarnya adalahpianoforte, yang berasal dari bahasa Italia. Piano dibuat olehBartolomeo Cristofori pada tahun 1720-an. Awal mula piano diciptakan, suaranya tidak sekeras piano yang dapat didengar pada abad 20-an. Pasalnya, tegangan tuts piano kala itu tidaklah sekuat piano yang sekarang.
Kini, piano pertama tersebut dipajang di Metropolitan Museum of Art di New York. Seperti pada banyak penemuan yang lainnya, piano ditemukan berdasarkan penemuan teknologi. Asal muasalnya, piano dikembangkan dari alat musik kecapi. Perbedaannya, kecapi dimainkan dengan dipetik. Sedangkan piano ditekan tuts-tutsnya.

Secara umum, piano termasuk ke dalam kelompok musik instrumental. Piano memproduksi suara dari getaran papan suara yang volumenya dapat diperkuat (dapat diatur besar kecilnya).

Secara luas, piano di dalam musik dapat menjadi performa pada nyanyian tunggal dan sebagai pengantar nyanyian solo. Dalam artian, piano dapat hidup dan mengiringi penyanyi tanpa bantuan atau iringan alat musik lain. Suara yang dihasilkan piano sudah dapat mewakili alat musik lainnya. Meskipun demikian, piano akan lebih berarti lagi didengar dengan bantuan alat musik lain. Yang perlu ditekankan di sini, piano dapat mengalun indah tanpa bantuan alat musik lain. Tidak sama halnya dengan alat musik lain, yang kurang enak didengar tanpa dilengkapi piano. Banyak musik-musik instrumen yang bersinar karena andil dari piano.

Perkembangan Piano

Pada akhir periode 1790 sampai 1860, piano era Mozart mengalami perubahan yang hebat, dimana instrumen modern semakin terlihat memimpin. Pada revolusinya, piano banyak mendapat dukungan dari komposer dan pianis-pianis terkenal yang mengiringi perkembangannya. Sehingga piano dalam musik semakin memiliki power yang tinggi. Teknologi dalam pembuatan piano pun semakin menggunakan alat-alat berteknologi tinggi.

Dalam beberapa waktu, gaya suara piano meningkat. Dari 5 oktav menjadi 7 1/3 (atau bahkan lebih) oktav, ini menandakan piano semakin modern. Kemajuan teknologi ini banyak bersumber dari perusahaan di Inggris, Broadwood. Selama bertahun-tahun, instrumen buatan Broadwood mengalami perkembangan menjadi lebih banyak jenisnya, lebih baik suaranya, juga dikemas secara baik dan rapi.

Perusahaan Broadwood mengirim piano mereka kepada Hadyn dan Beethoven. Cakupan kemampuan piano yang mereka kirim itu lebih dari lima oktaf. pada tahun 1790an, tahun 1810 menyusul menjadi enam oktav, sampai pada tahun 1820 akhirnya menjadi tujuh oktav. Sampai-sampai banyak perusahaan pembuat piano mengikuti trend ini.

Bercerita tentang piano sama halnya seperti menceritakan seorang superstar. Seperti layaknya seorang superstar, piano yang terkenal itu juga banyak dikagumi berbagai kalangan. Piano bisa masuk dalam industri musik dan perfilman, yang dengan mudahnya dilihat dan didengar siapa saja.

Sejak tahun 1830-an, konser piano selalu di idolakan banyak penggemar musik. Setiap para pianis terkenal menggelar konsernya, kerap kali dipadati oleh para penggemar. Mereka selalu berbondong-bondong mengantri tiket konser piano seperti semut. Karena bagaimanapun juga, piano bisa masuk ke hampir seluruh musik terkenal.

Contoh pada ke-27 konser piano yang digelar Mozart. Konser ini benar-benar merupakan konser musik instrumental yang tanpa bantuan iringan penyanyi ternyata tetap dapat lebih dinikmati. Inilah kehebatan yang dimiliki alat musik piano. Permainan pada konser piano bisa terlaksana dengan baik secara solo (sendirian), duo (berdua), trio (bertiga), maupun kuartet (berempat). Hal ini telah dibuktikan sejak lama oleh para pianis terkenal seperti Mozart, Hadyn, Beethoven, Schubert, Schumann, Mendelssohn dan Brahms.

Salah satu peran piano dalam industri perfilman adalah sebagai alat musik yang mengiringi jalannya film tersebut. Dapatkah loe membayangkan jika film yang loe tonton tidak didukung oleh latar belakang musik? Piano sangat lekat dengan alur-alur cerita dalam film. Jika pada film itu ceritanya sedih, diputarkanlah alunan musik piano yang lagunya sedih atau melow, sedangkan jika film itu seru (misalnya film aksi), maka diputarkanlah musik yang membuat adrenalin naik. Kesemua ini senantiasa diperankan oleh piano.